Kucari damai bersama bayanganmu,
benar potongan bait lagu itu,
bila sepi bayangmu adalah lukisan,
di tengah kesunyian bayangmu bagai melodi,
ketika sendiri dirimu hadir menemaniku.

Gadis kuning langsat,
berbingkai jilbab putih,
menghiasi wajahmu nan anggun,
dengan mata sendu berpayung sepasang alis nan lurus,
tipis dan runcing ujungnya,
pancaran rona wajahmu begitu keibuan,
bak senandung warna pelangi.

Gadis berbusana biru muda,
berjalan seperti tak menginjak bumi,
melangkah takah menjelajah ruas tanah,
meninggalkan sehelai aroma angan untukku.

Aku merasa kehilangan pada suatu yang belum kumiliki,
aku tak mampu berkata sepatah katapun di hadapanmu,
walau di belakangmu,
semua telah terkonsep dengan rapi,
pertemuan denganmu merupakan nikmat terindah,
yang pernah kudapatkan sepanjang perjalananku.

lipatan bahagia kurentang untuk kita,
benang impian kurajut bersamamu,
menjadi pakaian bercorak suka dan duka,
sambil bersampan di atas telaga,
telaga damai kita arungi berdua,
bersamamu ku peroleh segalanya,
Walau hanya berteman bayangmu,
aku gembira berjalan menuju alam mimpi.

memandang bayangmmu,
seolah kau hadir di sini,
bercerita denganku menelusuri heningnya malam,
senyummu membinar pandangan,
tawamu menyirami gurun hati nan gersang,
candamu mengupas bahagia,
rahasiamu mendayung tanya.

Angin malam,
bawalah bongkahan rindu ini padanya,
arak ia menembus kabut rahasia hidup ini,
jelmakan menjadi mimpinya di ujung malam,
ubah bongkahan rindu ini,
menjadi embun pagi hari,
saat ia berdiri memandang langit harapan,
menanti mentari menyinari dunia,
menerangi cinta dan cita-citanya.

11 Februari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s