AKHIRNYA mereka sampai ke suatu daerah pedukuhan yang kecil, dimana para penduduknya hidup sebagai nelayan. Disamping itu mereka gemar berburu kalong, sejenis binatang malam yang mirip dengan kelelawar, tetapi lebih besar dan pemakan buah-buahan. Meskipun ada juga diantara mereka yang bercocok tanam, tetapi penghidupan sebagai seorang petani agak tidak begitu menarik perhatian.

Di pedukuhan itulah Manahan dan Bagus Handaka berhenti berjalan. Mereka menyatakan diri untuk tinggal bersama-sama di padepokan itu. Meskipun penduduknya tampaknya agak bersikap kasar, namun sebenarnya hati mereka tulus.

Karena itu Manahan dan anaknya diterima oleh mereka dengan tangan terbuka.

Di pedukuhan itulah Manahan menambah jumlah mereka yang mengolah tanah pertanian. Dengan tidak mencolok Manahan membawa cara-cara baru dalam pengolahan tanah dan cara-cara pengairan yang agak teratur. Karena itu dalam waktu singkat Manahan telah menjadi orang yang disenangi oleh penduduk pedukuhan itu.
Di pedukuhan itu, Bagus Handaka mendapat kesenangan baru. Dengan para nelayan kadang-kadang ia ikut serta berlayar menangkap ikan. Adalah mengherankan bahwa Handaka yang belum begitu lama hidup di kalangan para nelayan, kesigapannya telah hampir melampaui pemuda-pemuda nelayan yang sebayanya.

Agaknya kesenangannya bermain-main di Rawa Pening, serta kegemarannya menangkap Uling, merupakan bekal yang baik bagi seorang nelayan. Apalagi darah pelaut yang mengalir dalam tubuh ayahnya, Gajah Sora, agaknya melimpah juga kepada anak ini. Ditambah lagi dengan latihan-latihan keprigelan yang diterimanya dari Manahan. Dengan demikian Handaka pun menjadi cepat terkenal diantara teman-temannya. Bahkan orang-orang tua pun kemudian mengaguminya.

Tetapi ada kegemaran Handaka yang lain, yang tidak sama dengan pemuda-pemuda nelayan pada umumnya. Handaka mempunyai kegemaran menyepi apabila semua pekerjaannya sudah selesai. Kadang-kadang ia betah duduk lama-lama di pasir pantai yang sepi. Memandang ke arah laut yang luas. Pada gelombang-gelombang yang selalu bergerak disapu angin.

Apabila tubuhnya terasa lelah sekali, di pasir pantailah Handaka merebahkan diri, yang kadang-kadang ketika terdengar ayam berkokok menjelang matahari terbit, ia baru bangkit dan berjalan pulang ke pondoknya.

Manahan sama sekali tidak keberatan atas kelakuan muridnya itu. Ia mengharap bahwa dengan demikian Bagus Handaka mendapat ketenangan dan pengendapan.

Dalam kesepian yang demikian kadang-kadang ditemukannya masalah-masalah besar dalam perjuangan masa depan. Karena itu ia sama sekali tak mengganggunya.

Dibiarkannya Handaka pada saat terluangnya menyepikan diri, sedang Manahan sendiri waktu-waktu luangnya selalu diisi dengan duduk-duduk di sudut desa bersama-sama dengan para petani yang menunggui sawahnya yang sering diganggu oleh babi hutan. Dalam keadaan yang demikian banyaklah masalah-masalah yang dapat diberikan kepada para petani secara tidak langsung.

Tetapi pada suatu malam terjadilah suatu hal yang mengejutkan. Saat itu, ketika malam kelam membalut pantai, Handaka sedang duduk seperti biasa merenungi lampu-lampu perahu nelayan yang hilir-mudik di laut. Tiba-tiba dilihatnya seseorang berjalan lurus ke arahnya. Di dalam gelap malam, Handaka tidak segera mengenal siapakah orang itu. Tetapi ia tahu pasti bahwa orang itu bukanlah Manahan.

Ketika orang itu sudah berdiri dekat di hadapannya, mendadak tanpa berkata apa-apa orang itu langsung menyerangnya. Mula-mula Handaka terkejut bukan main, tetapi kemudian ia sadar bahwa ia harus membebaskan dirinya. Karena itu segera ia meloncat menghindar. Tetapi penyerangnya tidak membiarkannya lolos, malahan kembali ia menyerang lebih hebat.

Untuk beberapa saat Handaka menjadi ragu. Apakah salahnya dan siapakah orang itu? Sambil meloncat menghindar, ia berteriak, Siapakah kau, dan apakah sebabnya kau menyerang aku?

Tetapi penyerang itu sama sekali tak menghiraukannya. Dengan penuh nafsu orang itu menyerang terus.

Akhirnya karena tak ada kemungkinan lain, Handaka terpaksa melayaninya.

Mula-mula ia masih berusaha untuk meyakinkan orang itu, bahwa mungkin ia keliru. Sebab selama ini Handaka merasa tak ada seorang pun yang memusuhinya di seluruh pedukuhan nelayan itu.

Tetapi ia menjadi terkejut sekali ketika orang yang menyerangnya itu berkata dengan suara yang dalam, Bagus Handaka, kau sekarang tidak akan dapat melepaskan diri dari tanganku.

Sekali lagi ia mencoba bertanya, Apakah hubunganmu dengan diriku sehingga kau bermaksud menangkap aku? Dan siapakah sebenarnya kau ini?

Orang itu tidak menjawab, tetapi tertawanya yang nyaring terdengar sangat mengerikan. Dan berbareng dengan itu serangannya menjadi bertambah cepat dan mendesak.

Tetapi Bagus Handaka sekarang bukanlah Arya Salaka dua tahun yang lalu. Bagus Handaka adalah seorang pemuda yang meskipun umurnya belum lebih dari 15 tahun, namun karena gemblengan yang menempa dirinya setiap saat, maka ia adalah seorang pemuda yang tangkas dan kuat. Karena itu ia dapat berkelahi dengan tenang dan lincah. Sehingga serangan-serangan orang yang tak dikenalnya itu beberapa kali dapat dihindarinya dengan mudah.

Tetapi ia tidak dapat terus-menerus menghindar dan mengelak. Sebab orang yang menyerangnya menjadi semakin marah. Gerak-geriknya semakin cepat dan berbahaya. Karena itu, akhirnya Bagus Handaka terpaksa melakukan serangan-serangan pula, sebagai suatu cara terbaik untuk mempertahankan diri.

Perkelahian itu semakin lama menjadi semakin hebat. Namun di masa-masa yang pendek, Bagus Handaka sempat mengamat-amati wajah penyerangnya. Orang itu agaknya telah berumur sedikit lebih tua dari gurunya. Wajahnya tampak bengis dan berkumis tebal. Selebihnya ia tidak begitu jelas. Kecuali orang itu selalu bergerak, juga karena malam yang kelam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s